Gelar Potensi
Desa Budaya
Gelar
potensi desa budaya diadakan pada tanggal 11-13 November 2015 di Jogja Expo
Center (JEC). Menurut Pak Arya salah satu dosen di Universitas Sarjanawiyata
Tamansiswa kegiatan event desa budaya ini tiap tahunnya diadakan di
masing-masing daerah tapi untuk tahun ini di adakan bersama-sama. Kegiatan ini
diikuti oleh 43 desa yang ada di Yogyakarta. Dimana 43 desa ini mempunyai
pengakuan desa budaya yang sebelumnya telah diseleksi dengan melihat ciri khas
dari masing-masing desa tersebut. 43 desa itu antara lain :
1.
Desa Trimurti, Kec.Srandakan, Kab.Bantul
2.
Desa Selopamioro, Kec.Imogiri,
Kab.Bantul
3.
Desa Woharjo, Kec.Sleman, Kab.Sleman
4.
Desa Wonokerto, Kec.Turi, Kab.Sleman
5.
Desa Jatimulyo, Kec.Girimulyo,
Kab.Kulunprogo
6.
Desa Triwidadi, Kec.Panjangan.
Kab.Bantul
7.
Desa Sinduharjo, Kec.Ngaglik, Kab.Sleman
8.
Desa Girisekar, Kec.Panggang,
Kab.Gunungkidul
9.
Desa Pageharjo, Kec.Samigaluh,
Kab.Kulonprogo
10.
Desa Sendangsari, Kec.Pengasih,
Kab.Kulonprogo
11.
Desa Banjarharjo, Kec.Kalibawang, Kab.Kulonprogo
12.
Desa Tanjungharjo, Kec.Nanggulan,
Kab.Kulonprogo
13.
Desa Jerukwudel, Kec.Girisubo,
Kab.Gunungkidul
14.
Desa Seloharjo, Kec.Pundong, Kab.Bantul
15.
Desa Margodadi, Kec.Sayegan, Kab.Sleman
16.
Desa Bejiharjo, Kec.Karangmojo. Kab.Gunungkidul
17.
Desa semanu, Kec.Semanu, Kab.Gunungkidul
18.
Desa Mulyodadi, Kec.Bambanglipuro, Kab.Bantul
19.
Desa Semin, Kec.Semin, Kab.Gunugkidul
20.
Desa Bugel, Kec.Panjatan, Kab.Kulonprogo
21.
Desa Katongan, Kec.Nglipar, Kab.Gunungkidul
22.
Desa Sukoreno, Kec.Sentolo, Kab.Kulonprogo
23.
Desa Wiladeg, Kec.Karangmojo, Kab.Gunungkidul
24.
Desa Tuksono,Kec.Sentolo, Kab.Kulonprogo
25.
Desa Sidorejo, Kec.Lendah, Kab.Kulonprogo
26.
Desa Argomulyo, Kec.Cangkringan, Kab.Sleman
27.
Desa Dlingo, Kec.Dlingo, Kab.Bantul
28.
Desa Srigading, Kec.Sanden, Kab.Bantul
29.
Desa Banyurejo, Kec.Tempel, Kab.Sleman
30.
Desa Bangunkerto, Kec.Turi, Kab.Sleman
31.
Desa Putat, Kec.Patuk, Kab.Gunungkidul
32.
Desa Sabdodadi, Kec.Bantul, Kab.Bantul
33.
Desa Glagah, Kec.Temon, Kab.Kulonprogo
34.
Desa Wedomartani, Kec.Ngemplak, Kab.Sleman
35.
Desa Sendangmulyo, Kec.Minggir, Kab.Sleman
36.
Desa Brosot, Kec.Galur, Kab.Kulunprogo
37.
Desa Hargomulyo, Kec.Galur, Kab.Kulunprogo
38.
Desa Tambakkromo,Kec.Ponjong, Kab.Gunungkidul
39.
Desa Kemanang, Kec.Tanjungsari, Kab.Gunungkidul
40.
Desa Situmulyo, Kec.Piyungan, Kab.Bantul
41.
Desa Giring, Kec.Paliyan, Kab.Gunungkidul
42.
Desa Kepek, Kec.Wonosari, Kab.Gunungkidul
43.
Desa Sendangagung, Kec.Minggir, Kab.Sleman
Tujuan dari
kegiatan ini adalah untuk mengangkat dan melestarikan potensi lokal dari
masing-masing desa yang memiliki konsep tradisional seperti tarian, kerajinan
dan kuliner yang dikemas menjadi prodak yang dapat dinikmati oleh masyarakat
khususnya yang ada di daerah Yogyakarta baik penduduk asli maupun penduduk yang
bukan berasal dari Yogyakarta.
Kegiatan ini
juga memiliki manfaat yaitu untuk mengenalkan dan emverikan sesuatu yang baru
kepada masyarakat khususnya yang bukan berasal dari daerah Yogyakarta agar
mereka mengetahui bahwa Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia karena disini
banyak sekali terdapat budaya-budaya. Contohnya dalam kegiatan ini dari
masing-masing desa akan menampilkan pertunjukan yang berbeda-beda.
Didalam kegiatan
ini sendiri Pak Arya yang merupakan salah satu narasumber dan pendamping dari
Desa Girisekar beliau mengatakan bahwa desa ini akan menampilkan sebuah tarian
yang bernama tarian Kanuragan. Tarian ini menceritakan tentang kekebalan tubuh.
Selain Desa
Garisekar masih banyak lagi desa-desa yang akan menampilkan kesenian khas
daerahnya. Conthnya Desa Sinduharjo yang akan menampilkan sebuah tarian yang
mereka ambil dari kota gede yang mereka kreasikan kembali tanpa mengurangi
keaslian dari tarian tersebut. Tarian ini dikenal dengan nama tarian serandu
yang menceritakan tentang panji yang diambil dari tarian kete ogling. Dimana
ada seorang laki-laki yang mencari calon istrinya yaitu Ragil Kuning, sedangkan
Ragil Kuning mencari saudara laki-lakinya yang bernama Panji Asmoro. Tarian ini
ditarikan oleh 24 orang dari anak-anak yang masih bersekolah di TK sampai
orang-orang tua. Mereka sendiri hanya berlatih kurang lebih 20 hari untuk
menampilkan tarian ini.
No comments:
Post a Comment