Tuesday, 22 December 2015

GELAR POTENSI DESA BUDAYA

Gelar Potensi Desa Budaya
Gelar potensi desa budaya diadakan pada tanggal 11-13 November 2015 di Jogja Expo Center (JEC). Menurut Pak Arya salah satu dosen di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa kegiatan event desa budaya ini tiap tahunnya diadakan di masing-masing daerah tapi untuk tahun ini di adakan bersama-sama. Kegiatan ini diikuti oleh 43 desa yang ada di Yogyakarta. Dimana 43 desa ini mempunyai pengakuan desa budaya yang sebelumnya telah diseleksi dengan melihat ciri khas dari masing-masing desa tersebut. 43 desa itu antara lain :
                              1.            Desa Trimurti, Kec.Srandakan, Kab.Bantul
                              2.            Desa Selopamioro, Kec.Imogiri, Kab.Bantul
                              3.            Desa Woharjo, Kec.Sleman, Kab.Sleman
                              4.            Desa Wonokerto, Kec.Turi, Kab.Sleman
                              5.            Desa Jatimulyo, Kec.Girimulyo, Kab.Kulunprogo
                              6.            Desa Triwidadi, Kec.Panjangan. Kab.Bantul
                              7.            Desa Sinduharjo, Kec.Ngaglik, Kab.Sleman
                              8.            Desa Girisekar, Kec.Panggang, Kab.Gunungkidul
                              9.            Desa Pageharjo, Kec.Samigaluh, Kab.Kulonprogo
                          10.            Desa Sendangsari, Kec.Pengasih, Kab.Kulonprogo
                          11.            Desa Banjarharjo, Kec.Kalibawang, Kab.Kulonprogo
                          12.            Desa Tanjungharjo, Kec.Nanggulan, Kab.Kulonprogo
                          13.            Desa Jerukwudel, Kec.Girisubo, Kab.Gunungkidul
                          14.            Desa Seloharjo, Kec.Pundong, Kab.Bantul
                          15.            Desa Margodadi, Kec.Sayegan, Kab.Sleman
                          16.            Desa Bejiharjo, Kec.Karangmojo. Kab.Gunungkidul
                          17.            Desa semanu, Kec.Semanu, Kab.Gunungkidul
                          18.            Desa Mulyodadi, Kec.Bambanglipuro, Kab.Bantul
                          19.            Desa Semin, Kec.Semin, Kab.Gunugkidul
                          20.            Desa Bugel, Kec.Panjatan, Kab.Kulonprogo
                          21.            Desa Katongan, Kec.Nglipar, Kab.Gunungkidul
                          22.            Desa Sukoreno, Kec.Sentolo, Kab.Kulonprogo
                          23.            Desa Wiladeg, Kec.Karangmojo, Kab.Gunungkidul
                          24.            Desa Tuksono,Kec.Sentolo, Kab.Kulonprogo
                          25.            Desa Sidorejo, Kec.Lendah, Kab.Kulonprogo
                          26.            Desa Argomulyo, Kec.Cangkringan, Kab.Sleman
                          27.            Desa Dlingo, Kec.Dlingo, Kab.Bantul
                          28.            Desa Srigading, Kec.Sanden, Kab.Bantul
                          29.            Desa Banyurejo, Kec.Tempel, Kab.Sleman
                          30.            Desa Bangunkerto, Kec.Turi, Kab.Sleman
                          31.            Desa Putat, Kec.Patuk, Kab.Gunungkidul
                          32.            Desa Sabdodadi, Kec.Bantul, Kab.Bantul
                          33.            Desa Glagah, Kec.Temon, Kab.Kulonprogo
                          34.            Desa Wedomartani, Kec.Ngemplak, Kab.Sleman
                          35.            Desa Sendangmulyo, Kec.Minggir, Kab.Sleman
                          36.            Desa Brosot, Kec.Galur, Kab.Kulunprogo
                          37.            Desa Hargomulyo, Kec.Galur, Kab.Kulunprogo
                          38.            Desa Tambakkromo,Kec.Ponjong, Kab.Gunungkidul
                          39.            Desa Kemanang, Kec.Tanjungsari, Kab.Gunungkidul
                          40.            Desa Situmulyo, Kec.Piyungan, Kab.Bantul
                          41.            Desa Giring, Kec.Paliyan, Kab.Gunungkidul
                          42.            Desa Kepek, Kec.Wonosari, Kab.Gunungkidul
                          43.            Desa Sendangagung, Kec.Minggir, Kab.Sleman

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengangkat dan melestarikan potensi lokal dari masing-masing desa yang memiliki konsep tradisional seperti tarian, kerajinan dan kuliner yang dikemas menjadi prodak yang dapat dinikmati oleh masyarakat khususnya yang ada di daerah Yogyakarta baik penduduk asli maupun penduduk yang bukan berasal dari Yogyakarta.
Kegiatan ini juga memiliki manfaat yaitu untuk mengenalkan dan emverikan sesuatu yang baru kepada masyarakat khususnya yang bukan berasal dari daerah Yogyakarta agar mereka mengetahui bahwa Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia karena disini banyak sekali terdapat budaya-budaya. Contohnya dalam kegiatan ini dari masing-masing desa akan menampilkan pertunjukan yang berbeda-beda.
Didalam kegiatan ini sendiri Pak Arya yang merupakan salah satu narasumber dan pendamping dari Desa Girisekar beliau mengatakan bahwa desa ini akan menampilkan sebuah tarian yang bernama tarian Kanuragan. Tarian ini menceritakan tentang kekebalan tubuh.

Selain Desa Garisekar masih banyak lagi desa-desa yang akan menampilkan kesenian khas daerahnya. Conthnya Desa Sinduharjo yang akan menampilkan sebuah tarian yang mereka ambil dari kota gede yang mereka kreasikan kembali tanpa mengurangi keaslian dari tarian tersebut. Tarian ini dikenal dengan nama tarian serandu yang menceritakan tentang panji yang diambil dari tarian kete ogling. Dimana ada seorang laki-laki yang mencari calon istrinya yaitu Ragil Kuning, sedangkan Ragil Kuning mencari saudara laki-lakinya yang bernama Panji Asmoro. Tarian ini ditarikan oleh 24 orang dari anak-anak yang masih bersekolah di TK sampai orang-orang tua. Mereka sendiri hanya berlatih kurang lebih 20 hari untuk menampilkan tarian ini.

PERKEMAHAN

A. Manfaat Berkemah
1.     Mengagumi alam ciptaan tuhan.
2.     Mempercakap diri dalam melaksanakan ajaran pramuka.
3.     Mempraktikan sistem kerukunan.
4.     Mengenal alam dan kawan dari dekat.
5.     Menemukan hal-hal yang baru, yang akan mempertebal mentalitas.
6.     Memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya, menjaga lingkungan dan mengembangkan sikap bertanggung jawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam.
7.     Mampu mengatasi tantangan yang dihadapi, menyadari tidak ada sesuatu yang berlebih didalam dirinya, menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan.
8.      Mampu membina kerjasama, persatuan dan persaudaraan.

B. Jenis-jenis Perkemahan
1.      Jenis-jenis perkemahan berdasarkan pada waktu pelaksanaanya Berdasarkan waktu pelaksanaanya,perkemahan dalam Gerakan Pramuka terdiri atas :

§  Perkemahan satu hari ; Dilaksanakan tanpa bermalam. Kemah jenis ini biasa dilakukan dalam pesta siaga.

§  Perkemahan dua hari : contohnya adalah Perkemahan Sabtu Malam Minggu ( Persami ) dan Perkemahan Kamis Malam Jum’at                ( Perkaju )
§  Perkemahan tiga hari : contonhya adalah Perkemahan Jum’at Sabtu Minggu ( Perjusami )
§  Perkemahan lebih dari tiga hari
2.      Jenis perkemahan berdasarkan tempat pelaksanaannya 
Berdasarkan tempat pelaksanaannya perkemahan dalam   Gerakan Pramuka terdiri atas :
§  Perkemahan menetap : yaitu perkemahan yang tempatnya tetap sejak perkemahan dimulai hingga selesai.
§  Perkemahan safari : yaitu perkemahan yang tempatnya berpindah. Biasanya dipadkan dengan kegiatan penjelajahan atau survival.
3.      Jenis perkemahan berdasarkan tujuannya
Berdasarkan tujuannya terdapat beberapa jenis perkemahan yaitu :
§  Kemah Bakti seperti : Perkemahan Wirakarya ( PW )
§  Kemah Pelantikan seperti : Perkemhan Pelantikan Tamu Ambalan, Pelantikan SKU Penggalang Ramu, dll.
§  Kemah Lomba seperti : Lomba Tingkat ( LT )
§  Kemah Rekreasi
§  Kemah Jambore seperti : Jambore Ranting, Jambore Cabang, Jambore Daerah, Jambore Nasional, dan Jambore Asia Fasifik.
§  Kemah Riset / Penelitian

4.      Jenis perkemahan berdasarkan jumlah peserta
Berdasarkan jumlah peserta yang mengikutinya, perkemahan dapat dikelompokan dalam :

§  Perkemahan satu regu penggalang atau sangga penegak.
§  Perkemahan satu Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak atau Racana Pandega.
§  Perkemahan satu gugusdepan
§  Perkemahan satu kwartir ( Kwartir Ranting, Kwarti Cabang, Kwartir Daerah, Kwartir Nasional )

5.      Jenis perkemahan berdasarkan wilayah satuan
Berdasarkan wilayah satuan perkemahan dapat dikelompokan menjadi :
§  Perkemahan tingkat Gugusdepan.
§  Perkemahan tingkat Ranting
§  Perkemahan tingkat Cabang
§  Perkemahan tingkat Daerah
§  Perkemahan tingkat Nasional
§  Perkemahan tingkat Regional
§  Perkemahan tingkat Dunia
6.      Jenis perkemahan berdasarkan penyelenggara
Berdasarkan penyelenggaranya terdaoat beberapa jenis perkemahan :
§  Perkemahan gugusdepan 
§  Perkemahn kwartir
§  Perkemahan Satuan Karya Pramuka, contoh Perkemahan Bakti Saka Tarunabumi
§  Perkemahan Antar satuan Karya Pramuka, contoh Perkemahan Antar Satuan Karya ( Peransaka )
§  Perkemahan instansi atau badan diluar Gerakan Pramuka

C. Cara Pelaksanaan Perkemahan
        Untuk suatu perkemahan yang baik, maka prosedur yang harus ditempuh adalah:
1.      Persiapan
v  Penentuan waktu, tempat, tujuan, dan biaya
v  Pengadaan peralatan dan perbekalan, peninjauan ke daerah berkemah
v  Izin orangtua peserta dan izin memberitahukan kepada pengusa setempat
v  Pebentukan panitia atau staf pelaksana
v  Memantapkan kesiapan mental fisik dan keterampilan
2.      Pelaksana
v  Pemimpin perkemahan sebagai penanggung jawab
v  Pembantu-pembantu dari pembina pramuka
v  Panitia atau staf pelaksana sesuai keperluan
v  Pembagian tugas dan pendayagunaan
3.      Acara
v  Acara harian yang menjelaskan acara pokok secara garis besar
v  Acara kegiatan keseluruhan yang berisi pokok perincian waktu dan kegiatan selama berkemah
v  Acara perorangan dan kelompok
4.      Pelaksanaan
v  Kegiatan hendaknya di usahakan menurut rencana yang telah dipersiapkan sesuai dengan tujuan di selenggarakannya perkemahan
v  Acara mungkin saja dapat berubah, sesuai dengan perkembanggan keadaan
v  Perubahan acara seyogyanya tidak kearah resiko yang lebih berat
5.      Penyelesaian
v  Pembongkaran tenda-tenda
v  Pembersihan tempat berkemah ( pada prinsipnya tempat bekas berkemah harus lebih baik lagi dan lebih bersih pada waktu datang )
v  Pengecekan pengembalian barang pinjaman
v  Upacara penutupan dan ucapan terima kasih kepada masyarakat setempat
v  Jika mungkin dilakukan penyerahan sumbangan bagi keluarga masyarakat yang kurang mampu, baik berupa bahan makanan, pakaian layak pakai atau lainnya
D. Hal-Hal yang Perlu di Perhatikan saat Berkemah
1.      Hal-hal yang perlu di perhatikan sebelum kemah
v  Kondisi badan yang prima
v  Surat izin orangtua
v  Surat keterangan perjalanan ( dari gudep / kwarcab )
v  Menjaga kode kehormatan gerakan pramuka
2.      Hal- hal yang perlu di perhatikan sewaktu tiba di perkemahan
v  Lapor kepada penjabat wilayah setempat
v  Bekerja menurut tugasnya masing-masing ( mendirikan tenda, masak, dan lain-lain )
v  Berkenalan dengan penduduk sekitar perkemahan (beramah-tamah), mengetahui adat istiadat setempat.
v  Selalu megang teguh disiplin, kerapian, dan sopan santun
v  Sebelum jam 4 petang harus sudah tiba dilokasi perkemahan
3.      Hal-hal yang perlu di perhatikan selama di perkemahan
v  Melaksanakan acara-acara yang telah disusun sebelumnya oleh bidang latihan antara lain :
1.      Pengetahuan alam, tumbuh-tumbuhan dan binatang
2.      Membuat peta
3.      Pembuatan alat yang ada
4.      SKU dan P3K
v  Bekerja bakti
v  Rekreasi
v  Permainan atau api unggun
4. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat meninggalkan tempat   berkemah
v  Lapor kepada penjabat wilayah setempat
v  Memeriksa peralatan yang sudah dikumpulkan, disesuaikan dengan catatan sebelumnya

v  Bersikan tempat berkemah sehingga tidak meninggalkan bekas